Mau Investasi Pilih Tanah atau Properti Jadi? Bahas Yuk!

Anda memiliki sejumlah uang yang ingin diinvestasikan? Namun masih bingung harus diinvestasikan pada tanah atau investasi properti seperti rumah? Memilih tempat untuk berinvestasi tidak boleh dilakukan dengan tergesa-gesa, Anda harus memikirkannya dengan matang-matang apalagi jika menyangkut investasi jangka panjang. Berikut ini adalah beberapa hal yang mungkin bisa Anda jadikan masukan untuk bisa memilih mana yang lebih baik, tanah atau properti?


Kelebihan Dan Kekurangan Investasi Pada Tanah atau Properti

Tanah dan properti merupakan produk investasi yang tidak akan mengalami penurunan atau inflasi, justru harganya semakin meningkat dari tahun ke tahun. Namun, daripada Anda pusing dan bingung menentukan pilihan antara kedua alat investasi, lebih baik cek kelebihan dan kekurangannya.

1. Kenaikan Nilai Jual Tanah atau Properti

Seperti yang kita ketahui, membeli tanah harganya lebih murah dibandingkan membeli properti atau rumah. Namun, kenaikan nilai investasi terhadap tanah jauh lebih besar dibandingkan kenaikan nilai investasi rumah. Jika Anda memiliki tanah, kenaikan harganya adalah sekitar 20-25% per tahun, namun untuk nilai rumah hanya 15-20% per tahun. Meskipun sedikit berbeda, investasi pada tanah dan rumah sama-sama menguntungkan. Anda baru bisa menikmati keuntungannya setelah 5 tahun, oleh sebab itu, jika sudah berinvestasi pada tanah atau rumah, jangan buru-buru menjualnya ya.

2. Fungsi Tambahan

Fungsi tambahan adalah manfaat tambahan yang bisa Anda dapatkan dari kepemilikan rumah atau tanah. Memiliki sebuah rumah sepertinya jauh lebih menguntungkan jika dibandingkan dengan memiliki sebidang tanah. Rumah tersebut bisa dikontrakkan, disewakan atau dijadikan rumah kost yang akan menjadi tambahan penghasilan untuk Anda.

Namun berbeda halnya jika Anda memiliki tanah. Mungkin bisa saja Anda menyewakan tanah tersebut sebagai lahan parkir atau usaha cucian mobil jika posisinya strategis akan tetapi kemungkinan seperti ini cukup jarang. Umumnya sebidang tanah kosong akan dimanfaatkan dengan cara ditanami dengan tanaman tertentu yang bisa dikonsumsi sendiri atau dijual dalam skala kecil. Oleh sebab itu, rumah bisa dikatakan lebih menguntungkan dibandingkan dengan tanah.

3. Biaya Perawatan

Dalam hal perawatan, Anda pasti bisa melihat manakah dari rumah atau tanah yang perawatannya lebih mudah. Rumah dibutuhkan perawatan yang lebih intensif dari pada tanah. Anda harus rajin membersihkan, membayar biaya listrik dan air, dan juga berbagai macam perawatan rumah lainnya. Namun, tanah biaya perawatannya jauh lebih murah. Pada umumnya, sebidang tanah yang kosong tidak diperlukan perawatan apapun yang membutuhkan biaya tambahan Anda hanya perlu membersihkan rumput atau jika perlu menyiramnya dengan sedikit air.

Apapun pilihan Anda dalam hal investasi, baik itu tanah atau properti seperti rumah, keduanya sama-sama baik dan menguntungkan karena nilai jualnya akan semakin meningkat setiap tahun. Hanya saja ada beberapa hal lain yang mungkin perlu diperhatikan sebelum memilih. Oleh sebab itu, pikirkan dengan masak-masak dan seksama ya.